shutterstock.com
"Anak saya dituding
nakal sekali karena tak
pernah diam. Bahkan,
ada yang bilang dia
hiperaktif. Bukankah
anak yang sehat
seharusnya memang
aktif dan hal ini normal-
normal saja?"
Ya, tak sedikit orangtua
yang bingung dengan
keaktifan anaknya.
Karena itulah, Sani B.
Hermawan, Direktur
Lembaga Psikologi Daya
Insani, Jakarta,
membeberkan ciri-ciri
dari ADHD, ADD,
superaktif, dan aktif,
sehingga orangtua dapat
membedakannya dan
memberikan penanganan
yang tepat bagi buah
hati tercinta.
1. ADHD (Attention
Deficit Hyperactivity
Disorder)
Ciri-ciri:
* Hiperaktivitas.
Anak tak bisa diam
dalam waktu lama dan
mudah teralihkan
perhatiannya pada hal
lain. Ciri lainnya, tidak
fokus bicara alias
mengeluarkan saja apa
yang ingin dikatakannya
tanpa peduli apakah
lawan bicara mengerti/
tidak apa yang
dibicarakannya. Anak
juga cuek ketika ada
yang memanggilnya.
* Anak sulit "diberi
tahu".
Bila orangtua melarang
atau memintanya
melakukan sesuatu, ia
cuek atau tetap
melakukan apa yang
ingin dilakukannya.
*Destruktif.
Anak suka merusak.
Mainan tak digunakan
sebagaimana mestinya,
tapi bisa dibanting-
banting hingga rusak.
* Impulsif.
Suka melakukan sesuatu
tanpa tujuan yang jelas,
sekadar menuruti
keinginannya saja. Misal,
ia ingin naik turun
tangga dan itu dilakukan
tanpa tujuan.
* Tak kenal lelah.
la bisa terus berlarian
keliling rumah seharian
meski orangtua sudah
memintanya berhenti.
* Intelektualitas rendah.
Karena perhatiannya
mudah teralihkan, dia
hanya menerima
informasi sepotong-
sepotong. Akibatnya, apa
yang diajarkan padanya
tidak utuh diterima.
2. ADD (Attention Deficit
Disorder)
Di Indonesia, kasus ADD
tak sebanyak ADHD.
Meski sama-sama
mengalami gangguan
pemusatan perhatian,
tapi anak ADD tak
disertai hiperaktivitas.
Walaupun sedang duduk
diam, anak sepertinya
mendengarkan
penjelasan yang
diberikan padanya, tapi
informasi itu hanya
diterima sepotong-
sepotong karena
perhatiannya mudah
teralihkan.
3. SUPERAKTIF
Ciri-ciri:
* Bisa tetap fokus.
Meski sekilas anak ini
terus bergerak/ tak bisa
diam, tapi dia tidak
mengalami gangguan
pemusatan perhatian. la
tetap fokus dengan apa
yang dikerjakannya saat
itu. Bila diberikan
mainan yang
membutuhkan
penyelesaian, seperti
pasel, ia akan
menyelesaikannya. Beda
dengan anak hiperaktif,
yang cepat bosan dan
tak menyelesaikan
permainannya.
* Konstruktif.
Tenaganya yang berlebih
digunakan untuk
menyelesaikan tugas
yang diberikan padanya.
Setidaknya, ia akan
berusaha untuk
menyusun secara
konstruktif permainan
yang diberikan.
* Bisa merasa lelah.
Setelah lelah melakukan
aktivitasnya, anak juga
bisa capek. Biasanya
kalau capek, ia akan
berhenti dan istirahat/
tidur.
* Intelektualitas lebih
baik.
4. AKTIF
Ciri-cirinya hampir sama
dengan anak superaktif,
bedanya, tenaga anak
aktif lebih sedikit.
Meski sama-sama terus
bergerak, tapi anak aktif
punya batasan yang
hampir sama dengan
anak normal. Umumnya
cerdas, ia terus bergerak
untuk mencari tahu hal-
hal yang membuatnya
penasaran. la bisa
menyelesaikan dengan
baik tugas yang
diberikan. Pada
beberapa bidang,
umumnya juga lebih
kreatif
Friday, November 27, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment