"Otak itu
seperti
mesin
mobil.
Kalau tak
dipanaskan, akan
rusak,"
COBA Anda hafalkan
kata-kata berikut,
sepatu, gunting, kertas.
Hafal? Setelah itu,
cobalah Anda
mengurangi angka 70
dengan 8. Selanjutnya,
kurangkan hasil
perhitungan itu dengan
8. Lakukan hingga
sembilan kali tanpa
bantuan mesin
penghitung!
Anda masih
mengingatnya?
Cobalah fokus
berhitung sambil
mengingat tiga kata
yang Anda hafalkan
tadi. Setelah selesai
berhitung, sebutkan
kembali kata itu sesuai
urutan. Masihkah Anda
bisa mengingatnya?
Ya, itu adalah
serangkaian tes Mini
Menthal State
Eksamination (MMSE).
Tes ini untuk
mengetahui gangguan
memori seseorang yang
mengeluh menderita
gejala alzheimer. Di
Rumah Sakit Jiwa
Grogol, satu kali tes
akan dikenakan biaya
sampai Rp 85.000.
Jika diperlukan, ada tes
yang lebih canggih,
yakni neuroimaging.
Alat seperti CT scan
dan magnetic
resonance imaging
akan membantu
menguraikan
bagaimana struktur
otak manusia bekerja.
"Kalau pasien
menderita alzheimer
akan terlihat otaknya
mengalami penyusutan
sekitar 100 gram," kata
Steve Rahardja,
neurologis dari Rumah
Sakit Siloam.
Neurolog RSCM Gayatri
menyarankan agar
penderita melakukan
rangkaian tes MMSE
untuk mengetahui
kemampuan
kognitifnya. Tes MMSE
sangat beragam, mulai
tes atensi, bahasa, tes
fungsi kognisia, hingga
tes eksekutif. Jika hasil
tes menunjukkan
seseorang positif
menderita, jangan
lantas langsung
berpikiran paranoid,
tutur Gayatri.
Sebab, alzheimer bisa
diperlambat dengan
melatih otak tiap hari
dengan cara sangat
sederhana, misalkan
dengan mengisi TTS,
bermain catur, atau
membaca buku.
Namun, jika alzheimer
yang diderita pasien
sudah terlanjur pada
tahapan sedang, atau
berat, bahkan sudah
mengalami gangguan
fungsi kognitif, perlu
ada terapi tambahan.
Psikiater Gerard Simon
dari RS Jiwa Grogol
menyarankan, pasien
juga menggunaakan
obat untuk mencegah
penyusuan fungsi otak.
"Otak itu seperti mesin
mobil. Kalau tak
dipanaskan, akan
rusak," ujarnya.
Kata Gerard, pengidap
Alzheimer sebaiknya
rutin menenggak obat
sejenis
asetilkolinesterase
untuk menambah
asetilkolin atau zat
yang memperbesar
daya ingat. Obat lain
adalah galantamine. Ini
adalah ekstrak bunga
daffodil dan galanthus
nivalis yang dipercaya
mampu meningkatkan
jumlah asetilkolin
dalam otak.
Dalam pengobaran
alzheimer, galantamine
berbentuk tablet ini
dipercaya bisa
mempertahankan
memori dan
kemampuan berpikir
serta menunda
munculnya gejala
perilaku seperti marah,
curiga, dan takut
berlebihan pada
penderita alzheimer.
Namun, jika pasien
sudah mengalami
penurunan fungsi
kognitif lebih dari 30
persen, pasien harus
mendapatkan
perawatan khusus.
"Fungsi kognitif
mereka semakin lama
akan semakin buruk.
Seperti bayi dalam
orang dewasa," ungkap
Gerard. (Kontan/
A.Syalaby, Eflyn G.,
Hikmah Yanti)
Saturday, April 24, 2010
Sunday, April 4, 2010
Posisi TidurMenjelaskanKepribadianSeseorang
Beberapa peneliti
mengenai kesehatan
tidur di Inggris mencari
tahu apa kaitan posisi
tidur seseorang dengan
kepribadian kita.
Ternyata kaitannya
cukup erat. Berikut
adalah 6 posisi tidur
yang paling umum dari
sekitar 1.000 responden
dan kepribadian
mereka.
Fetal. Posisi ini
menempati posisi
tertinggi dengan 41
persen responden
mengatakan, mereka
menggunakan posisi ini
saat tidur. Orang yang
tidur dengan posisi ini
tidur dengan
meringkuk, seperti bayi
yang berada di dalam
rahim. Umumnya tidur
di salah satu sisi tubuh,
kedua kaki menekuk
dekat dengan perut.
Kedua tangan menekuk
di depan tubuh.
Kepribadian orang yang
tidur dengan posisi ini
umumnya terlihat
tangguh di luar, tapi
sebenarnya sensitif di
dalamnya, juga pemalu.
Tipe ini juga mudah dan
cepat relaks, tidak
terlalu lama
memusingkan masalah.
Log atau seperti balok
kayu . Sebanyak 15
persen responden
penelitian ini
mengatakan tidur
dengan posisi ini.
Layaknya balok kayu,
posisi tubuh tipe log
umumnya tidur dengan
menumpu pada salah
satu sisi tubuh, kaki
dan tangan lurus, tidak
tertekuk. Orang yang
tipe tidurnya seperti ini
ditengarai memiliki
kepribadian yang
santai dan mudah
bersosialisasi. Amat
mudah percaya kepada
orang asing. Namun,
sayangnya kadang
mudah tertipu oleh
janji orang lain.
Yearner atau perindu.
Selayaknya orang yang
ingin memeluk, tipe
yearner tidur dengan
menumpu salah satu
sisi tubuh, kaki lurus
tak tertekuk, namun
tangan seperti ingin
menggapai. Lengan
tergeletak lurus,
seperti ingin
menggapai. Tipe
seperti ini biasanya
memiliki kepribadian
yang terbuka, namun
tetap memiliki sikap
sinis dan mudah curiga.
Tipe ini juga lamban
dalam mencapai
keputusan dan sulit
untuk mengubah
pendirian dan
pendapatnya.
Prajurit. Posisi ini
menempati posisi
keempat. Seperti
prajurit yang selalu
berada dalam keadaan
siap siaga, posisi
prajurit merupakan
posisi orang yang tidur
dengan keadaan rapi.
Tubuh dalam keadaan
telentang, kedua kaki
dalam keadaan lurus,
masing-masing lengan
berada di sisi tubuh,
juga lurus. Biasanya,
orang yang tidur
dengan tubuh ini
adalah orang yang
pendiam dan pemalu,
tidak menyukai
keributan. Tipe ini juga
memiliki standar
penilaian yang tinggi.
Freefaller. Sebanyak 7
persen responden
penelitian ini
mengatakan tidur
dengan posisi ini.
Biasanya, orang dengan
tipe posisi tidur ini
cenderung ceroboh,
tergapah-gopoh, juga
sensitif, namun
memiliki kepercayaan
diri yang cukup tinggi.
Sayangnya, sulit untuk
menerima kritik.
Bintang laut. Untuk
mereka yang tidur
dengan posisi kedua
lengan tertekuk dan
beristirahat di sisi
kepala, mereka
ditengarai memiliki
kepribadian yang
sangat sosial. Biasanya,
mereka yang tidur
dengan posisi yang
dimiliki 5 persen para
responden ini memiliki
kepribadian yang
mudah berteman. Siap
untuk mendengarkan
orang lain dan mudah
menawarkan bantuan.
Tipe ini pun memiliki
sifat yang rendah hati,
karenanya tak terlalu
menyukai menjadi
pusat perhatian.
Namun, para peneliti
ini juga mengingatkan,
seperti apa pun posisi
tidur Anda, yang
terpenting adalah
bahwa Anda
mendapatkan cukup
waktu tidur, juga tidur
dengan nyenyak.
Kekurangan tidur dan
masalah tidur lain bisa
menimbulkan masalah
pada kesehatan.
Penulis: NAD Editor:
NF Sumber : WebMD
mengenai kesehatan
tidur di Inggris mencari
tahu apa kaitan posisi
tidur seseorang dengan
kepribadian kita.
Ternyata kaitannya
cukup erat. Berikut
adalah 6 posisi tidur
yang paling umum dari
sekitar 1.000 responden
dan kepribadian
mereka.
Fetal. Posisi ini
menempati posisi
tertinggi dengan 41
persen responden
mengatakan, mereka
menggunakan posisi ini
saat tidur. Orang yang
tidur dengan posisi ini
tidur dengan
meringkuk, seperti bayi
yang berada di dalam
rahim. Umumnya tidur
di salah satu sisi tubuh,
kedua kaki menekuk
dekat dengan perut.
Kedua tangan menekuk
di depan tubuh.
Kepribadian orang yang
tidur dengan posisi ini
umumnya terlihat
tangguh di luar, tapi
sebenarnya sensitif di
dalamnya, juga pemalu.
Tipe ini juga mudah dan
cepat relaks, tidak
terlalu lama
memusingkan masalah.
Log atau seperti balok
kayu . Sebanyak 15
persen responden
penelitian ini
mengatakan tidur
dengan posisi ini.
Layaknya balok kayu,
posisi tubuh tipe log
umumnya tidur dengan
menumpu pada salah
satu sisi tubuh, kaki
dan tangan lurus, tidak
tertekuk. Orang yang
tipe tidurnya seperti ini
ditengarai memiliki
kepribadian yang
santai dan mudah
bersosialisasi. Amat
mudah percaya kepada
orang asing. Namun,
sayangnya kadang
mudah tertipu oleh
janji orang lain.
Yearner atau perindu.
Selayaknya orang yang
ingin memeluk, tipe
yearner tidur dengan
menumpu salah satu
sisi tubuh, kaki lurus
tak tertekuk, namun
tangan seperti ingin
menggapai. Lengan
tergeletak lurus,
seperti ingin
menggapai. Tipe
seperti ini biasanya
memiliki kepribadian
yang terbuka, namun
tetap memiliki sikap
sinis dan mudah curiga.
Tipe ini juga lamban
dalam mencapai
keputusan dan sulit
untuk mengubah
pendirian dan
pendapatnya.
Prajurit. Posisi ini
menempati posisi
keempat. Seperti
prajurit yang selalu
berada dalam keadaan
siap siaga, posisi
prajurit merupakan
posisi orang yang tidur
dengan keadaan rapi.
Tubuh dalam keadaan
telentang, kedua kaki
dalam keadaan lurus,
masing-masing lengan
berada di sisi tubuh,
juga lurus. Biasanya,
orang yang tidur
dengan tubuh ini
adalah orang yang
pendiam dan pemalu,
tidak menyukai
keributan. Tipe ini juga
memiliki standar
penilaian yang tinggi.
Freefaller. Sebanyak 7
persen responden
penelitian ini
mengatakan tidur
dengan posisi ini.
Biasanya, orang dengan
tipe posisi tidur ini
cenderung ceroboh,
tergapah-gopoh, juga
sensitif, namun
memiliki kepercayaan
diri yang cukup tinggi.
Sayangnya, sulit untuk
menerima kritik.
Bintang laut. Untuk
mereka yang tidur
dengan posisi kedua
lengan tertekuk dan
beristirahat di sisi
kepala, mereka
ditengarai memiliki
kepribadian yang
sangat sosial. Biasanya,
mereka yang tidur
dengan posisi yang
dimiliki 5 persen para
responden ini memiliki
kepribadian yang
mudah berteman. Siap
untuk mendengarkan
orang lain dan mudah
menawarkan bantuan.
Tipe ini pun memiliki
sifat yang rendah hati,
karenanya tak terlalu
menyukai menjadi
pusat perhatian.
Namun, para peneliti
ini juga mengingatkan,
seperti apa pun posisi
tidur Anda, yang
terpenting adalah
bahwa Anda
mendapatkan cukup
waktu tidur, juga tidur
dengan nyenyak.
Kekurangan tidur dan
masalah tidur lain bisa
menimbulkan masalah
pada kesehatan.
Penulis: NAD Editor:
NF Sumber : WebMD
Subscribe to:
Comments (Atom)
