Monday, November 16, 2009

Kecerdasan

Kecerdasan
Jamak
oleh : nelimarhayati
Pengarang : nelly
marhayati
(15 Tinjauan) Kunjungan : 851 kata:900 Comments : 0
Sehubungan dengan
peningkatan kualitas
pendidikan para ahli
psikologi pendidikan
mencoba
memunculkan satu
wacana baru yang
patut kiranya untuk
kita pahami dan kita
terapkan. Wacana
tersebut adalah
tentang multiple
intelegences.
Wacana ini muncul
adalah untuk
memotivasi orangtua
ataupun pendidik
untuk tidak merasa
bahwa seorang anak
itu bodoh walaupun
hanya karena
memiliki IQ rendah.
Karena dengan
mengetahui apa saja
kecerdasan jamak
akan memotivasi
orangtua dan juga
guru untuk menggali
kecerdasan-
kecerdasan lain dari
anak. Sehingga
perkembangan
kehidupan anak ke
depan baik social
emosi maupun
perkembangan
kepribadiannya tidak
terhambat hanya
dengan rendahnya
nilai IQ.
Intelligensi jamak
(multiple
intelligences)
merupakan temuan
dan terobosan baru di
dalam bidang
intelligensi yang
ditemukan oleh
Howard Gardner
(1993 :xii-xiii).
Beberapa alasan yang
dikemukan oleh
Gardner tentang
temuannya tersebut di
antaranya adalah
isolasi potensial oleh
kerusakan otak.
Berdasarkan
penelitian yang
dilakukan oleh
Gardner cs,
ditemukan bahwa
seseorang yang
mengalami
kecelakaan dan
ternyata ada
pengaruhnya
terhadap otaknya.
Misalnya, seseorang
yang rusak ‘bagian’
depan otaknya, maka
kecerdasan
linguistiknya rusak,
sehingga ia sukar
berbicara, membaca,
dan menulis, namun ia
masih bisa melakukan
matematika,
menyanyi menari, dan
berhubungan dengan
orang lain. Gardner
menyimpulkan bahwa
ada paling tidak tujuh
daerah yang otonom
dalam sistem otak
dan masing-masing
mempengaruhi satu
macam kecerdasan
dan mempengaruhi
keberadaan anak
’ super’.
Pada seseorang jika
ada satu perangkat
kecerdasan yang
sangat tinggi
membuat orang itu
lemah dalam
beberapa kecerdasan
lainnya. Misalnya,
seseorang yang tinggi
logika-
matematikanya,
lemah dalam
berkomunikasi, fungsi
berbahasanya. Setiap
kecerdasan pada anak
usia dini muncul pada
saat tertentu sesuai
irama
perkembangannya
seperti yang
dikemukakan oleh
Piaget (1971) yang
merentang dari fase
sensorimotor (0-2
tahun), fase
praoperasional (2-7
tahun), fase operasi
kongkrit (7-12 tahun)
dan fase operasi
formal (12 sampai
usia dewasa).
Fakta sejarah yang
menunjukkan bahwa
perkembangan
kecerdasan jamak
ditunjang oleh hasil
penelitian yang
menemukan bahwa
sejak zaman dahulu
manusia telah
menggunakan
kecerdasan jamak.
Hal ini dapat dilihat
dari gambar-gambar
di gua-gua kuno.
Selain alasan tersebut
di atas temuan
psikometrik
menunjang
keberadaan
intelligensi jamak hal
ini dapat dilihat dari
materi menggali
informasi dan kosa
kata di dalam tes
baku IQ.
Selain fakta sejarah di
atas alasan
selanjutnya adalah
berbagai temuan
penelitian yang
berkaitan dengan
psikologi
eksperimental yang
mengemukakan
bahwa seseorang
yang memiliki
kemampuan khusus
dalam membaca
belum tentu dapat
mentransfer
kemampuan tersebut
ke dalam logika
matematika. dengan
baik. Selain hal
tersebut terdapat
adanya operasi inti
atau seperangkat
operasi masing-
masing intelegensi.,
seperti pada
kecerdasan musik,
kecerdasan ini
ditunjang oleh
kepekaan dalam
membedakan
berbagai struktur
irama. Selanjutnya
kecerdasan bodily
kinesthetic, ditunjang
oleh kemampuan
meniru gerakan tubuh
orang lain,
kemampuan
membangun rutinitas
gerakan motorik
halus.
Lazaer (2000:7)
mengemukakan
bahwa kecerdasan
jamak (multiple
Inteligences)
merupakan
perkembangan
mutakhir dalam
bidang intelligensi
yang menjelaskan hal-
hal yang berkaitan
dengan jalur-jalur
yang digunakan oleh
manusia untuk
menjadi cerdas.
macam2 kecerdasan
jamak
1. Kecerdasan verbal/
linguistik
Kecerdasan verbal/
linguistik adalah
bagian dari kecedasan
jamak berkaitan
dengan kepekaan
terhadap bunyi,
struktur, makna dan
fungsi kata serta
bahasa yang muncul
melalui kegiatan
bercakap-cakap,
berdiskusi dan
membaca.
2. Kecerdasan logika
matematika
Kecerdasan logika
matematika adalah
bagian dari
kecerdasan jamak
berkaitan dengan
kepekaan dalam
mencari dan
menemukan pola
yang digunakan untuk
melakukan kalkuasi
hitung dan berpikir
abstrak serta berpikir
logis dan berpikir
ilmiah.
3. Kecerdasan
Intrapersonal
Kecerdasan jamak
yang berkaitan
dengan kepekaan
dalam melakukan
instrospeksi terhadap
diri sendiri dan
membandingkannya
dengan kelemahan
dan kekuatan orang
lain.
4. Kecedasan
Interpersonal
Kecerdasan jamak
yang berkaitan
dengan kepekaan
dalam membedakan
dan merespon
perilaku yang
ditampilkan orang
lain.
5. Kecerdasan
naturalis
Kecerdasan naturalis
adalah bagian dari
kecerdasan jamak
yang berkaitan
dengan kepekaan
dalam mengapresiasi
alam dan lingkungan
sekitar.
6. Kecerdasan
kinestetik dan
gerakan tubuh
( bodily – kinesthetic).
Kecerdasan kinestetik
adalah bagian dari
kecerdasan jamak
yang berkaitan
dengan kepekaan dan
keterampilan dalam
mengontrol koordinasi
gerakan tubuh
melalui gerakan
motorik kasar dan
halus, seperti
menggunakan alat-
alat secara terampil,
melompat, berlari,
berhenti secara tiba-
tiba dengan terampil
dalam rangka
melakukan gerakan
senam atau gerakan
menari, silat, dll. S
7. Kecerdasan Musik-
Irama
Kecerdasan musik
irama adalah bagian
dari kecerdasan
jamak yang berkaitan
dengan kepekaan
dalam mendengarkan
suara, musik, dan
suara lainnya. .
8. Kecerdasan Visual-
Spatial
Kecerdasan visual-
spatial adalah bagian
dari kecerdasan
jamak yang berkaitan
dengan kepekaan
dalam memadukan
kegiatan persepsi
visual (mata) maupun
pikiran serta
kemampuan
mentransformasikan
persepsi visual spatial
seperti yang
dilakukan dalam
kegiatan melukis,
mendesain pola,
merancang bangunan,
dll.

No comments:

Post a Comment