Monday, November 16, 2009

Diet

4 Cara Mengontrol
Nafsu Makan

Banyak nasihat
seputar diet. Namun,
satu fakta yang tak
terelakkan, kita
terlalu banyak
makan. Saat ini,
setidaknya dua
pertiga penduduk
dewasa Amerika
mengalami kondisi
obesitas. Jika dirata-
rata, maka berat
tubuh wanita dan pria
saat ini bertambah
sekitar 8 kg (18 pon)
dibandingkan berat
rata-rata manusia
pada tahun 1970-an.
Sementara itu, bagian
dari otak yang
meregulasi rasa lapar
—hypothalamus—
belum berevolusi
sejak 30 tahun lalu.
Jadi, sudah jelas
bahwa ini berkaitan
dengan asupan kita.
Supaya tidak
bertambah lagi, Anda
bisa mencoba lakukan
hal-hal berikut untuk
mengontrol nafsu
makan Anda.
1. Berikan "rating"
rasa lapar
Sebelum Anda
mengunyah atau
memasukkan sesuatu
ke dalam mulut,
berikan rating apa
yang Anda rasakan
dalam perut Anda
dengan skala 1 hingga
5. Angka 1 untuk
sangat lapar, dan 5
untuk rasa kenyang.
Ketika rating Anda
mencapai angka 4-5,
berarti keinginan
Anda bukan berasal
dari fisik dan butuh
makan sehingga Anda
perlu menelisik lagi
apa yang membuat
Anda ingin makan.
Alasan paling umum
untuk makan ketika
berada di rating 4-5
adalah karena bosan
atau stres. Cara untuk
mengatasinya antara
lain dengan
melakukan aktivitas
yang tak berhubungan
dengan kegiatan
makan, misal
bercengkerama
dengan teman,
berjalan-jalan, atau
membaca.
2. Pikirkan apa yang
Anda makan
Stimulus-stimulus luar
sering kali
mengganggu saat kita
sedang makan.
Gangguan-gangguan
ini sering kali
membuat kita makan
tanpa berpikir berapa
banyak yang sudah
kita makan. Sebuah
eksperimen yang
dilakukan oleh Brian
Wansink, pengarang
Mindless Eating, yang
dilakukan di
Laboratorium Cornell
University Food and
Brand menegaskan
hal ini. Para peneliti
meminta para subyek
untuk mengonsumsi
sup dari sebuah
mangkuk yang sudah
diberikan pipa pengisi
di bagian bawahnya.
Selama mereka
makan, mangkuk
terus-terusan diisi sup
dari bawah tanpa
sepengetahuan
mereka. Hasilnya,
mereka mampu
mengonsumsi
makanan 73 persen
lebih banyak dari
mereka yang makan
dari mangkuk biasa.
Artinya: makan
dengan cukup butuh
perhatian,
perencanaan, dan
kemampuan untuk
menahan diri.
3. Waspada pencetus
Dalam buku
terbarunya, The End
of Overeating,
mantan Kepala Food
and Drug
Administration (FDA),
David Kessler,
berteori bahwa kita
makan saat tak lapar
karena kombinasi dari
lemak, gula, dan
garam yang terdapat
di camilan sulit untuk
kita tolak. Semakin
banyak bahan
makanan ini kita
makan, semakin
banyak dopamin
(neurotransmitter
yang terasosiasi
dengan kepuasan)
yang diproduksi otak
kita, makin banyak
pula yang kita
konsumsi. Seiring
waktu, hanya dengan
melihat atau mencium
aroma makanan
tertentu, hal itu sudah
cukup membuat otak
bagian kepuasan kita
aktif.
Untuk itu, ia
menyarankan untuk
memilih kudapan
yang tak melewati
pengolahan, dan tidak
banyak mengandung
lemak, gula, dan
garam. Rencanakan
makanan dan
kudapan jauh-jauh
dari waktunya.
Hindari situasi
pencetus (jika rumah
Anda melewati
bakery, pilihlah rute
yang lain), atau
bayangkan makanan
yang sebenarnya tak
baik untuk Anda
dengan gambar yang
tak mengenakkan
(misal, asosiasikan es
krim dengan lemak
setumpuk).
4. Makanan yang
memiliki isi
Barbara Rolls, peneliti
nutrisi, menemukan
bahwa manusia tidak
terlalu berpatokan
pada jumlah kalori
yang mereka asup
untuk menandakan
sudah kenyang.
Sebaliknya, manusia
lebih sering
menandakan
kekenyangan dengan
melihat jumlah atau
banyaknya makanan
di hadapan mereka.
Rolls memberikan
rekomendasi untuk
mengelabui tubuh
Anda. Caranya
dengan memilih
makanan yang
mengandung banyak
air, seperti sayuran,
buah-buahan, dan sup
bening.
Protein dan serat juga
bisa membantu
seseorang mencapai
rasa kenyang tanpa
perlu makan
berlebihan. Makanan
seperti salmon, dada
ayam, yogurt tanpa
lemak, keju rendah
lemak, sayuran,
oatmeal, kacang
polong, dan sup
ayam-sayur bisa jadi
pilihan.
NAD
Sumber : msn

No comments:

Post a Comment