Psikologi Gestalt
bermula pada
lapangan pengamatan
( persepsi ) dan
mencapai sukses yang
terbesar juga dalam
lapangan ini.
Demonstrasinya
mengenai peranan
latar belakang dan
organisasinya
terhadap proses-
proses yang diamati
secara fenomenal
demikian meyakinkan
sehingga boleh
dikatakan tidak dapat
di bantah.
Ketika para ahli
Psikologi Gestalt
beralih dari masalah
pengamatan ke
masalah belajar,
maka hasil-hasil yang
telah kuat / sukses
dalam penelitian
mengenai
pengamatan itu
dibawanya dalam
studi mengenai
belajar . Karena
asumsi bahwa hukum
– hukum atau prinsip-
prinsip yang berlaku
pada proses
pengamatan dapat
ditransfer kepada hal
belajar, maka untuk
memahami proses
belajar orang perlu
memahami hukum-
hukum yang
menguasai proses
pengamatan itu.
Pada pengamatan itu
menekankan
perhatian pada
bentuk yang
terorganisasi
(organized form) dan
pola persepsi
manusia . Pemahaman
dan persepsi tentang
hubungan-hubungan
dalam kebulatan
(entities) adalah
sangat esensial dalam
belajar. Psikologi
Gestalt ini terkenal
juga sebagai teori
medan (field) atau
lazim disebut
cognitive field theory.
Kelompok pemikiran
ini sependapat pada
suatu hal yakni suatu
prinsip dasar bahwa
pengalaman manusia
memiliki kekayaan
medan yang memuat
fenomena
keseluruhan lebuh
dari pada bagian-
bagiannya.
Keseluruhan ini
memberikan
beberapa prinsip
belajar yang penting,
antara lain :
1. Manusia bereaksi
dengan lingkunganya
secara keseluruhan,
tidak hanya secara
intelektual, tetapi
juga secara fisik,
emosional,sosial dan
sebagainya
2. Belajar adalah
penyesuaian diri
dengan lingkungan.
3. Manusia
berkembang sebagai
keseluruhan sejak
dari kecil sampai
dewasa, lengkap
dengan segala aspek-
aspeknya.
4. Belajar adalah
perkembangan
kearah diferensiasi
ynag lebih luas.
5. Belajar hanya
berhasil, apabila
tercapai kematangan
untuk memperoleh
insight.
6. Tidak mungkin ada
belajar tanpa ada
kemauan untuk
belajar, motivasi
membei dorongan
yang mengerakan
seluruh organisme.
7. Belajar akan
berhasil kalau ada
tujuan.
8. Belajar merupakan
suatu proses bila
seseorang itu aktif,
bukan ibarat suatu
bejana yang diisi.
Belajar sangat
menguntungkan untuk
kegiatan
memecahakan
masalah. Hal ini
nampaknya juga
relevan dengan
konsep teori belajar
yang diawali dengan
suatu pengamatan.
Belajar memecahkan
masalah diperlukan
suatu pengamatan
secara cermat dan
lengkap. Kemudian
bagaiman seseorang
itu dapat
memecahknan
masalah mrnurut J.
Dewey ada 5 upaya
pemecahannya yakni:
1. Realisasi adanya
masalah. Jadi harus
memehami apa
masalahnya dan juga
harus dapat
merumuskan
2. Mengajukan
hipotesa, sebagai
suatu jalan yang
mungkin memberi
arah pemecahan
masalah.
3. Mengumpulkan
data atau informasi,
dengan bacaan atau
sumber-sumber lain.
4. Menilai dan
mencobakan usah
pembuktian hipotesa
dengan keterangan-
keterangan yang
diperoleh.
5. Mengambil
kesimpulan, membuat
laporan atau
membuat sesuatu
dengan hasil
pemecahan soal itu.
Teori medan ini
mengibaratkan
pengalaman manusia
sebagai lagu atau
melodi yang lebih
daripada kumpulan
not, demikian pila
pengalaman manusia
tidak dapat dipersepsi
sebagai sesuatu yang
terisolasi dari
lingkungannya.
Dengan kata lain
berbeda dengan teori
asosiasi maka toeri
medan ini melihat
makna dari suatu
fenomena yang relatif
terhadap
lingkungannya.
Sesuatu dipersepsi
sebagai pendek jika
objek lain lebih
panjang. Warna abu-
abu akan terlihat
lebih cerah pada
bidang berlaatr
belakang hitam pekat.
Warna abu-abu akan
terliaht biru pada
latar berwarna
kuning.
Belajar
melibatkanproses
mengorganisasikan
pengalaman-
pengalaman kedalam
pola-pola yang
sistematis dan
bermakna. Belajar
bukan merupakan
penjumalahan (aditif),
sebaliknya belajar
mulai dengan
mempersepsi
keseluruhan, lambat
laun terjadi proses
diferensiasi, yakni
menangkapbagian
bagian dan detail
suatu objek
pengalaman. Dengan
memahami bagian /
detail, maka persepsi
awalakan keseluruhan
objek yang semula
masih agak kabur
menjadi semakin
jelas. Belajar menurut
paham ini merupakan
bagian dari masalah
yang lebih besar yakni
mengorganisasikan
persepsi kedalam
suatu struktur yang
lebih kompleks yang
makin menambah
pemahaman akan
medan. Medan
diartikan
sebagaikeseluruhan
dunia yang bersifat
psikologis. Seseorang
meraksi terhadap
lingkungan seauai
dengan persepsinya
terhadap lingkungan
pada saat tersebut.
Manusia mempersepsi
lingkungan secara
selektif, tidak semua
objek masuk kedalam
fokus persepsi
individu, sebagian
berfungsi hanya
sebagai latar.
Tekanan ke-2 pada
psikologi medan ini
adalah sifat
bertujuandari prilaku
manusia. Individu
menetaokan tujuan
berdasarkan tilikan
(insight) terhadap
situasi yang
dihadapinya.
Prilakunya akan
dinilai cerdas atau
dungu tergantung
kepada memdai atau
tidaknya
pemahamanya akan
situasi
Dalam hukum-hukum
belajar Gestalt ini ada
satu hukum pokok ,
yaitu hukum Pragnaz,
dan empat hukum
tambahan (subsider)
yang tunduk kepada
hukum yang pokok
itu,yaitu hukum –
hukum keterdekatan ,
ketertutupan,
kesamaan , dan
kontinuitas.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment