Saturday, April 24, 2010

Cegah Alzheimerdengan Melatih OtakSetiap Hari

"Otak itu
seperti
mesin
mobil.
Kalau tak
dipanaskan, akan
rusak,"
COBA Anda hafalkan
kata-kata berikut,
sepatu, gunting, kertas.
Hafal? Setelah itu,
cobalah Anda
mengurangi angka 70
dengan 8. Selanjutnya,
kurangkan hasil
perhitungan itu dengan
8. Lakukan hingga
sembilan kali tanpa
bantuan mesin
penghitung!
Anda masih
mengingatnya?
Cobalah fokus
berhitung sambil
mengingat tiga kata
yang Anda hafalkan
tadi. Setelah selesai
berhitung, sebutkan
kembali kata itu sesuai
urutan. Masihkah Anda
bisa mengingatnya?
Ya, itu adalah
serangkaian tes Mini
Menthal State
Eksamination (MMSE).
Tes ini untuk
mengetahui gangguan
memori seseorang yang
mengeluh menderita
gejala alzheimer. Di
Rumah Sakit Jiwa
Grogol, satu kali tes
akan dikenakan biaya
sampai Rp 85.000.
Jika diperlukan, ada tes
yang lebih canggih,
yakni neuroimaging.
Alat seperti CT scan
dan magnetic
resonance imaging
akan membantu
menguraikan
bagaimana struktur
otak manusia bekerja.
"Kalau pasien
menderita alzheimer
akan terlihat otaknya
mengalami penyusutan
sekitar 100 gram," kata
Steve Rahardja,
neurologis dari Rumah
Sakit Siloam.
Neurolog RSCM Gayatri
menyarankan agar
penderita melakukan
rangkaian tes MMSE
untuk mengetahui
kemampuan
kognitifnya. Tes MMSE
sangat beragam, mulai
tes atensi, bahasa, tes
fungsi kognisia, hingga
tes eksekutif. Jika hasil
tes menunjukkan
seseorang positif
menderita, jangan
lantas langsung
berpikiran paranoid,
tutur Gayatri.
Sebab, alzheimer bisa
diperlambat dengan
melatih otak tiap hari
dengan cara sangat
sederhana, misalkan
dengan mengisi TTS,
bermain catur, atau
membaca buku.
Namun, jika alzheimer
yang diderita pasien
sudah terlanjur pada
tahapan sedang, atau
berat, bahkan sudah
mengalami gangguan
fungsi kognitif, perlu
ada terapi tambahan.
Psikiater Gerard Simon
dari RS Jiwa Grogol
menyarankan, pasien
juga menggunaakan
obat untuk mencegah
penyusuan fungsi otak.
"Otak itu seperti mesin
mobil. Kalau tak
dipanaskan, akan
rusak," ujarnya.
Kata Gerard, pengidap
Alzheimer sebaiknya
rutin menenggak obat
sejenis
asetilkolinesterase
untuk menambah
asetilkolin atau zat
yang memperbesar
daya ingat. Obat lain
adalah galantamine. Ini
adalah ekstrak bunga
daffodil dan galanthus
nivalis yang dipercaya
mampu meningkatkan
jumlah asetilkolin
dalam otak.
Dalam pengobaran
alzheimer, galantamine
berbentuk tablet ini
dipercaya bisa
mempertahankan
memori dan
kemampuan berpikir
serta menunda
munculnya gejala
perilaku seperti marah,
curiga, dan takut
berlebihan pada
penderita alzheimer.
Namun, jika pasien
sudah mengalami
penurunan fungsi
kognitif lebih dari 30
persen, pasien harus
mendapatkan
perawatan khusus.
"Fungsi kognitif
mereka semakin lama
akan semakin buruk.
Seperti bayi dalam
orang dewasa," ungkap
Gerard. (Kontan/
A.Syalaby, Eflyn G.,
Hikmah Yanti)

No comments:

Post a Comment